JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengenal Hidangan Tradisional Isra Mikraj: Warisan Kuliner Umat Islam

by Penulis JNEWS
6 February 2024
Mengenal Hidangan Tradisional Isra Mikraj
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Menyambut Isra Mikraj, sejumlah tradisi dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun sebagai bentuk peringatan atas peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah umat Islam.

Isra Mikraj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad saw. pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Secara sederhana, peristiwa ini dibagi ke dalam dua bagian yakni Isra dimaknai sebagai perjalanan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sementara Mikraj dimaknai sebagai kenaikan, ketika Allah Swt. mengangkat Nabi Muhammad saw. dari Baitul Maqdis melewati langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha.

Umat muslim seluruh dunia selalu memperingati Isra Mikraj setiap tanggal 27 Rajab tahun hijriah dengan berbagai cara. Di Indonesia, tradisi peringatan ini sudah ada sejak dulu kala. Belum ada catatan sejarah yang memastikan kapan tepat awal mula tradisi ini dilakukan.

Berbagai daerah memiliki tradisi masing-masing untuk merayakannya. Seperti di Cirebon yang dikenal dengan tradisi Rajaban, lalu masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur kerap mengadakan Ambengan, tradisi Nganggung diadakan oleh masyarakat Bangka Belitung.

Menariknya, di setiap tradisi ini ada hidangan tradisional Isra Mikraj yang kerap hadir. Hidangan ini bisa disebut sebagai warisan kuliner umat Islam di Indonesia.

Hidangan Tradisional Isra Mikraj Berbagai Daerah

1. Toet Apam atau Khanduri Apam, Aceh

Apam atau biasa dikenal dengan nama kue serabi adalah salah satu kudapan tradisional Aceh yang sering hadir dalam menyambut bulan Rajab. Itulah mengapa bulan Rajab di Aceh sering disebut dengan bulan “tet apam”.

Ada sejumlah kisah yang beredar di masyarakat Aceh terkait asal usul dari kue ini. Salah satu yang terkenal adalah apam menjadi pengganti roti untuk memuliakan orang berpuasa di bulan Rajab. Apabila tidak sanggup berpuasa maka bisa menyediakan apam untuk orang yang akan berbuka puasa.

Dari referensi lain menyebutkan, khanduri apam ini asal usulnya sebagai hukuman bagi laki-laki baligh tetapi tidak menunaikan salat Jumat tiga kali berturut-turut. Laki-laki tersebut akan diberi sanksi adat berupa perintah membuat kue apam sebanyak 100 buah untuk diantar ke masjid-masjid.

Baca juga: Kuliner Purwakarta: 5 Warung Sate Maranggi Terbaik Langsung di Kota Asalnya

Walaupun asal usulnya beragam, intinya sama yaitu bersedekah. Toet apam adalah tradisi menyantap kue apam bersama-sama di musala atau masjid. Hadirnya tradisi ini memupuk nilai kebersamaan di tengah masyarakat mulai dari proses pembuatan hingga makan bersama.

Mengenal Hidangan Tradisional Isra Mikraj

2. Nasi Bogana, Cirebon

Salah satu tradisi Isra Mikraj yang terkenal adalah Rajaban dari kota Cirebon. Di setiap acara Rajaban, nasi bogana selalu ada.

Tradisi Rajaban kerap digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon yang diawali dengan pengajian umum. Setelahnya, pihak keraton membagikan nasi bogana pada warga keraton, kaum masjid, para abdi dalem dan masyarakat setempat.

Belum ada referensi sejarah yang pasti terkait asal usul dari nasi bogana ini. Namun, nasi ini merupakan sajian istimewa khas empat keraton di Cirebon yaitu Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan. Sejak turun temurun, nasi bogana disajikan untuk berbagai jamuan makan untuk upacara hingga perayaan adat yang diadakan di keraton.

Pembuatan nasi bogana ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Tampilan dari nasi ini serupa dengan nasi megono dan nasi lengko. Umumnya disajikan dengan berbagai lauk dan sayur pendamping. Hingga saat ini, tradisi kuliner nasi bogana masih tetap lestari dan dilakukan setiap Rajaban.

3. Lempah Kuning, Bangka Belitung

Memperingati Isra Mikraj, masyarakat Bangka Belitung memiliki tradisi khusus makan bersama yang disebut dengan Nganggung. Masyarakat akan membawa wadah yang berisi makanan dengan penutup berupa tudung saji tradisional yang disebut dulang. Beragam makanan yang dibawa akan disantap bersama. Kendati ada banyak menu tetapi lempah kuning harus ada.

Makna dari tradisi ini adalah semangat gotong-royong antar warga. Tak hanya itu saja, tradisi ini bertujuan mempererat silaturahmi agar kerukunan dan kedamaian tetap terjaga.

Lempah kuning adalah olahan ikan atau ayam yang kaya akan rempah dan dimasak dengan campuran nanas. Warna kuning berasal dari kunyit sedangkan asamnya dari nanas dan campuran asam jawa.

Dari berbagai sumber menyebutkan, asal usul kuliner ini tidak lepas dari mata pencaharian dari penduduk lokal sebagai nelayan dan petani. Lempah kuning hadir dari perpaduan hidangan khas olahan laut dan darat.

Selain itu, lempah kuning disebut sebagai makanan tradisional legendaris. Hal ini dikarenakan suku asli Bangka yaitu Suku Lom kerap menghidangkan masakan ini. Bisa disimpulkan bahwa makanan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Baca juga: 4 Tempat Terbaik untuk Menikmati Serabi Kuah Khas di Kota Ponorogo

4. Nasi Ambeng, Jawa Timur dan Jawa Tengah

Tradisi Isra Mikraj yang sering dilakukan di Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah Ambengan. Dalam bahasa Jawa, ambeng artinya wadah berukuran tanggung. Di dalam ambeng disajikan nasi dan lauk seperti ayam, telur, kentang, mie goreng dan lainnya. Biasanya makanan tersebut berasal dari hasil panen atau milik masyarakat lalu dibawa ke masjid untuk dimakan bersama setelah selesai salat Magrib dan berdoa yang dipimpin oleh kiai.

Belum ada referensi sejarah terkait asal usul munculnya nasi ambeng ini. Namun, tradisi ini sudah dilakukan sejak dulu kala di masyarakat Jawa.

Cara menyantap menggunakan tangan dan berkumpul bersama, dipercaya membawa kerukunan serta kebahagiaan di masyarakat maupun keluarga. Selain itu, dianggap sebagai simbol menghindarkan keluarga dari hal berbau mistis. Untuk selamatan atau pesta, penyajian nasi ambeng mewakili permohonan agar tamu yang hadir dikaruniai rezeki melimpah.

Mengenal Hidangan Tradisional Isra Mikraj

5. Wajik Pangan (Raja Jaje), Kabupaten Lombok

Menjelang Isra Mikraj, masyarakat Dusun Jerneng Mekar, Desa Terong Tawah, Kabupaten Lombok mulai sibuk untuk mengadakan tradisi rutin. Salah satu yang masih dilestarikan adalah memasak penganan yang wajib ada di tiap perayaan ini yaitu wajik pangan.

Tradisi ini telah berlangsung turun temurun di dusun ini. Masyarakat setempat masih terus menyajikan wajik pangan yang dibuat secara bersama-sama menjelang puncak peringatan Isra Mikraj. Bagi tamu atau wisatawan yang akan berkunjung ke desa ini, pasti akan menghidu aroma khas wajik yang asapnya mengepul dari dapur warga.

Di desa tersebut, wajib ini disebut dengan nama raja jaje (raja kudapan). Hal ini dikarenakan proses pembuatannya cukup lama yakni lima sampai enam jam. Selama proses tersebut, adonan harus terus diaduk agar tidak gosong.

Tidak ada makna khusus terkait penyajian wajik pangan ini dalam tradisi di bulan Rajab. Karena kudapan ini disajikan bersama jajanan tradisional lainnya di dalam nampan. Setiap kepala keluarga akan membawa sebuah nampan berisi aneka kudapan tradisional untuk dibagikan pada tamu undangan saat perayaan puncak.

Menu hidangan dalam tradisi perayaan Isra Mikraj menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang patut dibanggakan dan dilestarikan.

Post Views: 93
Tags: AcehBangka BelitungCIrebonjawa tengahjawa timurkabupaten Lomboklempah kuningnasi ambengnasi boganaraja jajetoet apamtradisi Isra Mikrajwajik pangan
Share191Tweet119
Next Post
JNE pontianak

Sambut Imlek, JNE Pontianak Bagi-bagi Angpao Diskon Ongkir

TERKINI

jne pontianak

Minimalisir Paparan Kabut Asap, JNE Pontianak Bagi-Bagi Masker

19 September 2026
jne cilegon

Melongok JNE Cilegon Pasca Erupsi Anak Krakatau

18 September 2026
jalur kelok 23 yogyakarta

JJLS Kelok 23, Ikon Eksotik Yogyakarta dengan Panorama Pantai Selatan

18 September 2026
jne solo

Tekad JNE Solo Pertahankan Kinerja Apik di Paruh Pertama Tahun 2026

18 September 2026
Itinerary Mesir 5 Hari: Jelajahi Kairo, Giza, dan Luxor

Itinerary Mesir 5 Hari: Jelajahi Kairo, Giza, dan Luxor

17 September 2026
stnk harus diblokir saat kendaraan sudah dijual

Ini Alasan Kenapa Blokir STNK Penting Saat Kendaraan Sudah Dijual

17 September 2026

POPULER

Kampung Naga Tasikmalaya dan Kehidupan yang Sarat Tradisi Sunda

Kampung Naga Tasikmalaya dan Kehidupan yang Sarat Tradisi Sunda

by Penulis JNEWS
31 August 2026

Tiankeng Tiongkok: Lubang Raksasa yang Menyimpan Hutan dan Kehidupan di Dalamnya

Tiankeng Tiongkok: Lubang Raksasa yang Menyimpan Hutan dan Kehidupan di Dalamnya

by Penulis JNEWS
31 August 2026

7 Contoh Sikap People Pleasing dalam Kehidupan Sehari-hari

7 Contoh Sikap People Pleasing dalam Kehidupan Sehari-hari

by Penulis JNEWS
10 September 2026

Rekomendasi Tempat Terbaik Melihat Sakura di Jepang untuk Liburan Musim Semi

Rekomendasi Tempat Terbaik Melihat Sakura di Jepang untuk Liburan Musim Semi

by Penulis JNEWS
14 September 2026

film j

15 Film Jepang Terbaik Sepanjang Masa

by Penulis JNEWS
4 September 2023

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal