Jangan Lengah, Kesehatan dan Produktifitas Para Srikandi JNE Harus Tetap Terjaga!

Pemaparan tentang pentingnya menjaga kesehatan bagi Srikandi JNE di masa pandemi

Untuk terus menjaga kesehatan para karyawati JNE, perusahaan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna ikut mensukseskan program pemerintah dalam gerakan GP2SP (Gerakan Pekerja Perempuan Sehat & Produktif) di lingkungan kerja.

Menurut data yang dirilis Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, pada 2021, menunjukkan bahwa saat ini di seluruh Indonesia ada sebanyak 46,28 juta pekerja perempuan dan bekerja di hampir semua sektor atau bidang pembangunan. Itu artinya, sekitar 38,25% dari seluruh jumlah pekerja Indonesia dan diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam melaksanakan pekerjaannya, pekerja perempuan dihadapkan pada berbagai risiko yang berpotensi mengganggu kesehatan. Padahal perannya sangat besar sebagai penggerak perekonomian bangsa dan pencetak generasi penerus yang berkualitas.

Dalam kesempatan ini, JNE melalui Departmen HSE & Security menggandeng Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan menggelar seminar kesehatan. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan pekerja perempuan di lokasi kerja.

Karena sesuai kodratnya, pekerja perempuan mengalami periode haid, kehamilan, melahirkan dan menyusui sehingga memerlukan perhatian dan perlindungan kesehatan khusus yang berbeda dengan pekerja laki-laki.

Para peserta seminar kesehatan yang digelar JNE bekerja sama dengan Dinkes DKI Jakarta

Dalam usia reproduksi, pekerja perempuan mempunyai berbagai permasalahan kesehatan antara lain kekurangan atau anemia zat besi yang dapat mengakibatkan pekerja menjadi mudah sakit dan terjadi kecelakaan sehingga mengurangi produktifitas.

Jika pekerja perempuan yang anemia tersebut hamil maka berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal lainnya, pekerja perempuan yang sedang menyusui diharapkan dapat terus memberikan Air Susu Ibu (ASI) terutama ASI eksklusif agar gizi bayinya tercukupi. Dengan seminar ini, para Srikandi JNE juga diharapkan mempunyai pengetahuan tentang kesehatan perempuan dan keluarga.

Mengusung materi ‘Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Ibu dan Anak serta Asupan Gizi Bagi Pekerja’ Program GP2SP sendiri, menurut dr. Bonni Medana Pahlevi dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, kesehatan reproduksi, pemberian gizi, serta pencegahan penyakit tidak menular.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita memenuhi kebutuhan nutrisi mereka agar mampu menekan angka penyakit akibat kerja maupun kematian bagi pekerja perempuan,” ucap dr. Bonni.

Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini ancaman bagi pekerja perempuan mengalami masalah kesehatan menjadi berlipat ganda, yaitu risiko terinfeksi virus Covid-19 maupun risiko kurangnya energi protein karena berkurangnya kemampuan ekonomi keluarga dalam menyediakan makanan bergizi.

“Resiko lainnya, berupa stres sehingga lalai memantau kesehatannya. Walaupun fokus perhatian bidang kesehatan saat ini adalah penanganan pandemi, namun kesehatan pekerja perempuan tidak boleh dilupakan,” ungkap dr. Bonni. *

Baca juga : Mudahnya Kirim Paket di Lingkungan Kantor Kementerian PUPR

Exit mobile version