JNEWS – Jika ingin melihat salah satu masjid tertua sekaligus paling megah di Medan, Masjid Raya Medan bisa jadi pilihan yang tepat. Masjid ini dikenal sebagai ikon kota, dengan tampilan bangunan yang detail dan mencolok. Gaya arsitekturnya memadukan unsur Timur Tengah, Spanyol, dan India, sehingga terlihat berbeda dibanding masjid pada umumnya.
Masjid Raya Medan, atau Masjid Raya Al-Mashun, berlokasi di Jl. Sisingamangaraja No.74C, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota. Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau, baik oleh warga lokal maupun pengunjung dari luar kota. Selain untuk ibadah, tempat ini juga sering didatangi untuk melihat langsung keindahan bangunannya.
Kisah di Balik Berdirinya Masjid Raya Medan yang Ikonik

Pembangunan Masjid Raya Medan dimulai pada 21 Agustus 1906, bertepatan dengan 1 Rajab 1324 Hijriah, atas perintah Sultan Ma’mun Ar-Rasyid, penguasa Kesultanan Deli saat itu. Prosesnya memakan waktu sekitar tiga tahun dan rampung pada 10 September 1909.
Peresmian penggunaannya ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat pertama di masjid tersebut. Total biaya pembangunan mencapai sekitar satu juta gulden, angka yang sangat besar di masanya.
Sultan Ma’mun Ar-Rasyid sejak awal menempatkan masjid ini sebagai prioritas utama, bahkan melebihi kedudukan Istana Maimun yang juga ia bangun. Pendanaan proyek tidak hanya berasal dari kas Kesultanan Deli, tetapi juga mendapat dukungan dari Deli Maatschappij serta Tjong A Fie, seorang pengusaha besar di Medan pada masa itu.
Masjid ini sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan di Medan. Hampir setiap hari selalu ada yang datang, baik untuk beribadah maupun mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin digelar. Suasananya hidup, bahkan meski usianya sudah lebih dari satu abad.
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian dari masjid ini adalah arsitekturnya. Masjid Raya Medan dibangun dengan gaya yang memadukan unsur Timur Tengah, Spanyol, dan India. Desain awalnya dibuat oleh arsitek Belanda, Theodoor van Erp, yang juga terlibat dalam pembangunan Istana Maimun. Karena harus menangani proyek restorasi Candi Borobudur, pekerjaan tersebut dilanjutkan oleh JA Tingdeman. Hasil akhirnya membuat masjid ini terlihat megah dan berbeda dari kebanyakan masjid lain di Indonesia.
Karena sudah dibangun sejak masa Kesultanan Deli di era kolonial, keberadaan masjid ini juga ikut merekam perjalanan perkembangan Islam dan budaya di Medan. Detail bangunan dan ornamen yang ada bukan sekadar hiasan, tetapi juga mencerminkan pengaruh zaman dan kekuasaan saat itu. Sampai sekarang, jejak sejarah itu masih bisa dilihat dengan jelas.
Selain itu, kualitas material yang digunakan juga menjadi alasan kenapa bangunan ini tetap kokoh dan indah. Banyak bahan didatangkan langsung dari luar negeri, seperti marmer dari Italia, Jerman, dan Tiongkok, kaca patri dari Prancis, serta lampu gantung dari Belanda.
Kombinasi ini membuat masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sering dikunjungi orang yang ingin melihat keindahan arsitekturnya, berfoto, atau sekadar menikmati suasananya.
Baca juga: 6 Tempat Wisata Religi di Medan yang Ikonik dan Berarsitektur Unik
Bagian-Bagian Penting di Masjid Raya Al-Mashun
Bagian-bagian di dalam Masjid Raya Medan ini juga menarik untuk ditelusuri. Tidak hanya menunjang aktivitas ibadah, tapi juga menunjukkan bagaimana bangunan ini dirancang dengan detail dan fungsi yang jelas. Yuk, kita lihat satu per satu.
1. Ruang Utama
Ruang utama menjadi pusat aktivitas ibadah di Masjid Raya Medan ini. Areanya luas dan mampu menampung ribuan jemaah sekaligus.
Bagian ini ditandai dengan kubah besar yang megah. Ornamen di dalamnya menggabungkan motif Islam dengan sentuhan khas kesultanan. Penataan ruangnya juga rapi, membuat jamaah lebih nyaman saat salat.
2. Menara
Menara masjid punya gaya Timur Tengah yang cukup mencolok. Dari kejauhan, bentuk menara bsia dilihat dengan jelas dan jadi landmark yang mudah sekali dikenali. Selain berfungsi sebagai bagian arsitektur, menara ini juga menambah nilai sejarah bangunan. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk ibadah, tapi juga ingin melihat langsung detail bangunannya.
3. Gerbang Masjid
Gerbang utama jadi kesan pertama saat datang ke masjid ini. Ukurannya besar dengan ukiran khas Melayu yang masih dipertahankan. Detailnya cukup rapi dan terlihat berbeda dibanding masjid modern yang cenderung minimalis. Bagian ini juga sering jadi spot foto karena tampilannya cukup ikonik.
4. Mihrab
Mihrab berada di bagian depan ruang utama, tempat imam memimpin salat. Area ini dihiasi marmer dan kaligrafi yang detail. Tampilan keseluruhannya terlihat bersih dan terawat. Saat dilihat dari dekat, ukirannya sangat halus. Posisi mihrab juga mudah terlihat dari berbagai sudut ruangan.
5. Area Wudhu
Fasilitas wudhu di masjid ini cukup modern dan memadai. Areanya luas dan dirancang agar bisa menampung banyak jamaah sekaligus. Kebersihannya juga dijaga, jadi sangat nyaman digunakan. Aliran air lancar dan tempatnya tidak terasa sempit meski sedang ramai. Ini penting karena aktivitas wudhu sering jadi titik padat sebelum waktu salat.
6. Perpustakaan Islam
Masjid Raya Medan juga menyediakan perpustakaan dengan berbagai koleksi buku Islam. Cocok untuk pengunjung yang ingin membaca atau menambah pengetahuan. Sistem peminjamannya diatur, jadi pengunjung perlu mengikuti aturan yang ada. Koleksinya cukup beragam, mulai dari dasar sampai pembahasan yang lebih dalam. Suasananya juga tenang untuk membaca.
7. Ruang Serbaguna
Ada ruang khusus yang digunakan untuk berbagai kegiatan seperti kajian, ceramah, atau acara sosial. Ruangan ini cukup fleksibel dan sering dipakai di luar waktu salat. Keberadaannya membuat masjid tidak hanya dipakai untuk ibadah saja. Aktivitas komunitas juga bisa berjalan di sini. Hal ini membuat fungsi masjid jadi lebih luas.
8. Area Parkir
Area parkirnya cukup luas dan bisa menampung banyak kendaraan. Pengunjung yang datang dengan mobil atau bus tidak perlu khawatir soal tempat. Ini penting karena masjid sering ramai, apalagi saat ada kegiatan besar. Akses keluar masuknya juga cukup mudah. Jadi, pengunjung bisa datang dengan lebih praktis tanpa ribet soal parkir.
Baca juga: Oleh-Oleh Khas Medan untuk Pencinta Kopi: Temukan Rasa Kopi Terbaik
Masjid Raya Medan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi jika kebetulan singgah di ibu kota Provinsi Sumatra Utara ini. Selain digunakan untuk beribadah, tempat ini juga menawarkan pengalaman melihat langsung bangunan bersejarah yang masih terawat dengan baik.