JNEWS – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menargetkan angka kunjungan wisatawan ke NTB di angka 2,5 juta orang untuk tahun 2026 ini.
Target 2,5 juta ini meliputi kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, yang datang untuk berwisata ke NTB.
Per Februari 2026, kunjungan wisatawan Nusantara mencapai 1.038.330 orang, sementara kunjungan mancanegara sempat menurun 33,19% dibandingkan Januari 2026.
Untuk mencapai target tersebut, fokus utama Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) adalah meningkatkan lama tinggal wisatawan yang berkunjung.
Upaya yang dilakukan Disparekraf yakni melalui sport tourism dan budaya, optimistis target kunjungan wisatawan dapat tercapai meski di tengah situasi global yang fluktuatif.
Hal ini disampaikan Kepala Disparekraf NTB, Ahmad Nur Aulia pada peluncuran Calendar of Event (CoE) NTB 2026 di Mataram, kepada awak media.
Tidak kurang dari 69 atraksi wisata dan budaya dari seluruh kabupaten/kota masuk dalam CoE NTB 2026 Disparekraf NTB ini.
“Saya ingin mengolaborasi dari semua baik dari kabupaten, desa bahkan komunitas, karena ini merupakan tugas kita bersama dan juga asosiasi,” jelasnya.

Menurutnya, CoE NTB 2026 bukanlah kitab suci, jadi masih bisa dilakukan berbagai penyesuaian di dalamnya, baik dari sisi waktu, anggaran dan tempat penyelenggaraan.
“Oleh karena itu, kami berharap rekan-rekan media dapat membantu untuk menyampaikan agenda atraksi pariwisata dan budaya yang ada dalam CoE NTB 2026 ini kepada publik,” lanjut Aulia.
Selain itu menurut Aulia, meningkatkan kualitas setiap even pariwisata dan budaya yang ada dalam CoE NTB 2026 adalah hal yang sangat penting.
Baca juga: Inspirasi Oleh-Oleh Khas Lombok untuk Kenang-kenangan Perjalanan
“Bagaimana kita dapat membuat wisatawan untuk datang kembali dan tinggal lebih lama untuk menikmati sajian pariwisata dan budaya dalam CoE NTB 2026 ini adalah kasta tertinggi,” tegasnya.
Aulia menambahkan, hal yang sangat penting adalah untuk meningkatkan kualitas dari setiap even dalam CoE NTB 2026, sehingga wisatawan mau datang kembali untuk menikmati atraksi yang ada, yang pastinya berpengaruh terhadap lama tinggal mereka di NTB.
Dengan hal ini, Ia yakin bahwa target angka kunjungan 2,5 juta wisatawan ke NTB dapat tercapai hingga akhir 2026, apalagi saat keadaan geopolitik membaik ke depannya.
Kadisparekraf juga menyinggung dampak dari perang di wilayah timur tengah juga cukup berpengaruh pada pariwisata di tanah air, khususnya di NTB.
“Tidak dipungkiri, banyak wisatawan yang menunda perjalanan wisatanya ke Indonesia, khususnya ke NTB akibat dari keadaan yang memanas saat ini,” ungkapnya.
Selain itu, faktor dari efisiensi anggaran dari pusat juga menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi Pemprov NTB, termasuk Disparekraf.
Namun lanjutnya, hal ini tidak membuat pihaknya untuk pasrah dengan keadaan, justru membuat Disparekraf NTB terus mencari peluang dari berbagai sumber daya yang ada.
Hal tersebut memastikan target 2,5 juta kunjungan wisatawan pada 2026 dapat tercapai. (*)











