JNEWS – Karyawan yang tergabung dalam Persekutuan Oikoumene (PO) JNE kembali menggelar acara rutin tahunan, yakni Retret 2026. Di acara bertema ‘Purpose’ (tujuan hidup) ini Pendeta Sandy Nugroho memberikan khotbah pencerahan keimanan hingga memimpin rangkaian ibadah dan doa.
Sekitar 155 karyawan JNE yang beragama Kristiani dan berasal dari berbagai kantor cabang JNE di seluruh Tanah Air mengikuti acara Retret 2026. Acara yang digelar di Griya Persada Convention Hotel & Resort Kaliurang, Sleman, Yogyakarta tersebut berlangsung pada Sabtu-Senin (15-17 Agustus 2026).
Selama tiga hari, Retret diisi dengan rangkaian kegiatan, dari mulai peribadahan dan doa, sesi diskusi (FGD), fun game hingga Lava Merapi Tour. Para peserta dituntut untuk disiplin waktu dalam mengikuti semua kegiatan yang sudah dijadwalkan.

Tampak hadir dalam acara, Direktur JNE Chandra Fireta, Vice President Finance JNE Joseph, Head Regional JNE Jateng dan DIY Murah Lestari, Head Regional JNE JTTBN Marsudi Suwita dan Kepala Cabang Utama JNE Yogyakarta Adi Subagyo.
Direktur Chandra Fireta memandang acara Retret tahunan bagi karyawan JNE, khususnya yang beragama Nasrani, sangat penting sebagai penyegaran ulang (refreshment) motivasi dan semangat bekerja. Ia merasa bersyukur, sekalipun di 2026 JNE mengalami banyak tantangan dan persaingan semakin ketat, manajemen terus memberikan dukungan untuk suksesnya acara Retret.
Baca juga: “Merdekaria” di Tomang, Karyawan JNE Ikuti Kegiatan Donor Darah
“Retret membawa tujuan agar JNE bertumbuh. Para pesertanya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa lebih maksimal berkontribusi terhadap perusahaan. Keimanan yang meningkat jelas akan membawa hal positif tidak terkecuali terhadap peningkatan kinerja. Semoga ibadah dan doa di Retret 2026 ini dikabulkan oleh Tuhan, sehingga JNE ke depannya semakin bertumbuh di tengah berbagai tantangan,” ujar Chandra yang juga sebagai Pembina PO JNE ini.

Sementara itu, Pendeta Sandy Nugroho selama tiga hari penuh mendampingi peserta dengan memimpin ibadah serta memberikan pencerahan dalam berbagai tema. Ia pun merasa bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan Retret JNE 2026 dan melihat langsung bagaimana toleransi begitu dijunjung tinggi di JNE.
“Sangat bersyukur bisa bersama para karyawan JNE untuk mengingat dan kembali menapaki ‘Purpose’ atau tujuan hidup. Kualitas keimanan akan menjadi fondasi bagi JNE sebagai buah kehidupan dan tanggung jawabnya kepada Tuhan. Selain itu saya bisa melihat langsung dan merasakan sendiri bagaimana potret toleransi sangat dijunjung tinggi di JNE. Buktinya, kegiatan tahunan Retret selalu didukung oleh manajemen perusahaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam khotbahnya, Pendeta Sandy menegaskan bahwa dalam Alkitab lingkup pertama kualitas kehidupan ditentukan dan berawal dari keluarga yang baik. Begitu juga kehidupan keluarga para karyawan yang baik akan berdampak positif terhadap kinerja.

“Di tengah banyak tantangan dan persaingan yang semakin ketat, para karyawan JNE haru solid. Kembali ingat, apa sebenarnya tujuan hidupnya. Semua yang dilakukan hanya untuk Tuhan, dengan demikian, para karyawan bisa dengan konsisten mengamalkan nilai-nilai budaya yang ada di perusahaan JNE yakni Jujur, Disiplin, Visioner dan Bertanggung Jawab. Saya mendoakan, JNE semakin berjaya ke depannya,” ungkapnya.
Baca juga: Seru-seruan Lomba Tujuhbelasan di Sela-sela Retret PO JNE di Yogyakarta
Roby, seorang peserta dari JNE Cabang Utama Jambi, mengaku bangga dan beruntung bisa mengikuti Retret 2026 yang menurutnya bisa menambah keilmuan dan juga keimanan serta membawa semangat baru saat kembali masuk kerja.
“Di JNE Jambi ada beberapa karyawan yang beragama Nasrani. Dan tahun ini saya yang mendapat giliran untuk ikut Retret. Bangga dan bersyukur bisa bersilaturahmi dengan teman-teman lain dari JNE seluruh Indonesia. Acaranya juga seru. Terima kasih JNE yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk itu acara ini,” ucapnya. *











