JNEWS – Munculnya tren coffeholic di media sosial menjadi salah satu faktor menjamurnya kafe di Provinsi NTB. Saat ini, terjadi fenomena unik di kalangan Milenial dan Generasi Z, mereka lebih memilih menghabiskan waktu dengan santai di kafe dibandingkan party.
Fenomena ini juga terjadi di kalangan generasi muda di NTB. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu di kedai kopi dibanding menghadiri party atau hiburan malam. Adanya fenomena ini menyebabkan kafe di Kota Mataram kian menjamur. Hampir di setiap sudut kota ditemukan adanya kafe atau kedai kopi.
Coffee shop tidak hanya dijadikan sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga tempat favorit untuk bekerja, berdiskusi, membuat konten media sosial, hingga sekadar bersantai bersama teman.
Seorang pekerja di Kota Mataram, Sanchia Vaneka mengaku lebih nyaman nongkrong di kafe dibanding tempat hiburan malam. Di kafe, ia tidak hanya sekedar bersantai, tak jarang ia menyelesaikan pekerjaannya di kafe. Menurutnya, suasana kafe terasa lebih santai dan produktif.
“Biasanya sih sambil nyelesein kerjaan. Teman-teman juga lebih suka cari tempat yang estetik buat foto atau bikin konten,” ujarnya.
Selain untuk bekerja, sebagai Gen Z tuntutan Instagram juga menjadi alasan ia kerap nongkrong di kafe. Dengan budget Rp50-100 ribuan, ia bisa mengabadikan momen di kafe-kafe unik yang tersebar di Kota Mataram.
Hal serupa juga dirasakan oleh Aula Rosi, ia menyebut budaya nongkrong sambil minum kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z. Selain dianggap lebih hemat, aktivitas tersebut dinilai lebih aman dan nyaman.
“Kalau party biasanya kan keluar sampai larut malam. Mending nongkrong di kafe,” katanya.
Selain munculnya tren budaya minum kopi, adanya produk minuman dari negeri Sakura, Matcha juga kini merebak di kalangan anak muda. Meminum matcha di pagi atau sore hari kini menjadi tren. Beberapa dari mereka menilai lebih milih minum matcha karena dinilai lebih sehat dibandingkan dengan kopi tambah gula.
Salah satunya adalah Kenny Ramadani, mahasiswi asal Lombok Timur ini mulai rutin meminum Matcha sejak jenis minuman ini trek di berbagai sosial media seperti Tiktok dan Instagram. Tidak hanya di kafe, ia bahkan membeli produk matcha serta alat dari e-commerce untuk membuat teh hijau khas Jepang itu.
“Untuk diet juga. Kalau kopi kan kurang bisa yang terlalu pahit, kalau ditambah gula kan jadi ga sehat juga,” ucapnya.
Baca juga: Tren Hidup Sehat Gen Z NTB Meningkat, Penjual Kukusan Raup Untung
Di Kota Mataram, hampir di setiap sudut kota ini ada kafe atau kedai kopi. Mulai dari yang murah meriah sesuai kantong pelajar, hingga habis ratusan bahkan jutaan ribu sekali duduk. Beberapa rekomendasi kafe di Mataram di antaranya:
Acibara
Acibara menjadi salah satu kafe yang paling banyak dituju remaja. Ia menjadi salah satu kafe populer di kalangan anak muda karena ambience kafe dan harga yang masih terjangkau.
Maktal
Bagi kaum introver dan butuh fokus khusus dalam mengerjakan sesuatu, Maktal menjadi salah satu kafe yang paling rekomendasi untuk dituju. Suasana kafe hening, cocok saat work from cafe (WFC)
Loopy Lombok
Kafe ini menyediakan berbagai kue dan cookies yang menarik. Banyak pilihan dan ambience kafe juga nyaman. Selain itu, pemilik kafe ini juga seorang model dan pernah ikut Master Chef Indonesia.
Rota Kopi
Yang tidak boleh terlewatkan saat berada di Kota Mataram yaitu nongkrong di Rota Kopi. Kafe ini menyediakan berbagai makanan menarik serta kopi rota yang terkenal nikmatnya.
