JNEWS – Pariwisata masih menjadi salah satu sektor prioritas bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari Pulau Lombok dan Sumbawa.
Event atau kegiatan pariwisata dan budaya yang digelar di 10 Kabupaten/Kotayang ada di NTB menjadi daya tarik (magnet) tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung.
Dalam upaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan Disparekraf kabupaten kota di NTB.
Disparekraf telah meluncurkan 69 Calendar of Event NTB, dimana empat diantaranya berhasil lolos kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.
Keempat event tersebut, yakni Alunan Budaya Desa Pringgasela (Lombok Timur), Festival Rimpu Mantika (Kota Bima), Gili Festival (Lombok Utara), dan Maulid Adat Bayan (Lombok Utara), masuk dalam 125 event unggulan nasional.
Selain empat event KEN tersebut, Dinas Pariwisata NTB menyiapkan total 69 agenda pariwisata di seluruh kabupaten/kota, yang terangkum dalam Calendar of Event (CoE) NTB 2026.
Demikian dijelaskan oleh Kadisparekraf NTB, Ahmad Nur Aulia kepada awak media di Mataram.
“Jadi saya ingin mengolaborasi dari semua baik dari kabupaten, desa bahkan komunitas, karena ini merupakan tugas kita bersama dan juga asosiasi,” jelasnya.
Bukan itu saja, berbagai event pariwisata telah digelar Pemprov NTB sepanjang 2026, sejak Januari hingga April.
Pada April ini, tercatat ada empat event yang masuk dalam CoE NTB 2026 dan juga salah satunya masuk KEN.
Gelar Budaya Peresean pada 6 – 12 April, digelar di Alun-alun Kabupaten Lombok Barat, yang menjadi sorotan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.
Peresean sendiri merupakan seni pertarungan tradisional suku Sasak di Lombok, di mana dua pria (pepadu) bertarung menggunakan tongkat rotan (penjalin) dan perisai kulit kerbau (ende).
Tradisi Peresean sudah dimulai pada abad ke-13, yang melambangkan keberanian, ketangkasan dan persaudaraan.
Peresean sering digelar untuk perayaan seperti HUT NTB atau festival budaya.
Kemudian pada 15-17 April digelar Lombok Travel Mart XI, yang juga dilaksanakan di Senggigi, Lombok Barat.
Lombok Travel Mart merupakan ajang pertemuan bisnis pariwisata rutin yang diselenggarakan oleh DPD ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) NTB.

Event ini mempertemukan seller (penjual paket wisata/hotel lokal) dengan buyer (agen perjalanan/operator tur) dari dalam dan luar negeri.
Event ini bertujuan mempromosikan destinasi wisata NTB dan memperluas jaringan bisnis pariwisata antara para pelakunya.
Event ketiga yang digelar pada 24-26 April adalah Mandalika Racing Series (MRS), di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok.
Baca juga: Bersiasat agar Pariwisata di NTB Tetap Bergerak di Tengah Kenaikan Tiket Pesawat
MRS merupakan sport tourism, yang memadukan keindahan alam pantai selatan di Lombok Tengah dengan Pertamina Mandalika International Circuit, sirkuit balap kebanggaan NTB.
Event sport tourism garapan MGPA dan PRIDE Motorsport ini berlangsung selama lima putaran di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Nusa Tenggara Barat.
Kejurnas Pertamina MRS akan mempertandingkan empat kelas Kejurnas yakni National Junior Sport 150 U-15, National Sport 150, National Sport 250 dan National Supersport 600.
“Dari kualitas kompetisi yang baik akan menghasilkan pembalap yang berkualitas juga baik secara skill meningkat dan bisa beradaptasi dengan aturan internasional,” kata Eddy Saputra, Chairman PRIDE Motorsport.
Event besar terakhir pada April 2026 ini adalah Festival Rimpu Mantika yang masuk dalam KEN 2026, digelar 25-27 April di Halaman Museum Asi Mbojo, Kota Bima.
Festival Rimpu Mantika merupakan acara budaya tahunan di Kota Bima, yang menonjolkan tradisi rimpu (menutup aurat dengan dua sarung tenun Tembe Nggoli).
Diadakan setiap April, festival ini mempromosikan pariwisata, melestarikan budaya, menggerakkan ekonomi kreatif (UMKM) melalui pawai puluhan ribu orang, fashion show dan kuliner. (*)











