JNEWS – Pulau Lombok dikenal juga dengan pulau seribu masjid. Bukan tanpa alasan pulau itu mendapat julukan tersebut. Hal ini karena di setiap desa di Lombok, memiliki sedikitnya satu masjid. Lombok juga didominasi dengan penduduk beragama islam. Meski begitu cerita sejarah terbentuknya Pulau Lombok tidak terlepas dari kerajaan Bali.
Perkembangan sejarah dan budaya Pulau Lombok saat ini tidak terlepas dari pengaruh kerajaan Karangasem, Bali yang sempat menguasai sebagian Pulau Lombok antara tahun 1692 hingga 1894. Selama berkuasa, kerajaan Hindu itu membangun beberapa bangunan bersejarah seperti Taman Mayura dan Taman Narmada.
Dibangun juga beberapa tempat ibadah, salah satunya adalah Pura Meru yang berlokasi di Cakranegara. Pura itu hingga kini masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat Hindu. Karena menjadikan Kota Mataram dan Narmada sebagai pusat pemerintahan, kebanyakan peninggalan sejarah berada di dua lokasi tersebut.
Taman Mayura
Taman Mayura berlokasi di Mayura, Cakranegara, Kota Mataram. Dibangun oleh oleh Raja A.A. Made Karangasem. Nama Mayura diambil dari bahasa sanskerta yang berarti Burung Merak karena pada saat itu ditemukan banyak ular di lokasi tersebut. Taman ini memiliki keunikan, pengunjung tidak hanya bisa menikmati suasana tenang pagi ataupun sore hari, melainkan bisa juga merasakan sensasi religius Hindu yang masih sangat melekat.

Istana dirancang dengan bangunan bergaya Bali. Termasuk pura yang terletak di bagian hulu kolam. Pura tersebut dikenal dengan nama Pura Kelepug, yang mempertahankan nama lama kawasan ini, dan tetap difungsikan sebagai tempat pelaksanaan ritual keagamaan Hindu.
Selain bangunan, ada juga kolam yang ditata sedemikian rupa, menciptakan kesan asri dan alami. Di bagian tengah kolam berdiri bangunan khas bernama Bale Kambang. Keindahan taman semakin lengkap dengan deretan pohon manggis yang tumbuh rapi. Pada momen tertentu, pengunjung bahkan dapat merasakan pengalaman memetik buah manggis langsung dari pohonnya.
Taman Narmada
Selain Taman Mayura, keberadaan Taman Narmada tak luput dari kisah sejarahnya. Adanya air awet muda semakin menarik minat pengunjung untuk berwisata. Nama Narmada diambil dari nama daerah lokasi taman tersebut, Kecamatan Narmada. Taman ini diketahui sudah ada sejak 2 abad lalu dibangun oleh I Gusti Ketut Karangasem dan I Gusti Gede Karangasem.

Dahulu, taman yang berlokasi tepat di depan pasar Narmada ini dijadikan sebagai tempat peristirahatan raja Karangasem. Bentuk dari taman ini ditata menyerupai Gunung Rinjani, satu-satunya gunung yang ada di Pulau Lombok.
Dalam taman itu, terdapat bangunan tempat raja beristirahat. Ada juga kolam khusus untuk pemandian raja, dan pemandian wanita kerajaan. Dalam taman itu, ada juga Pura Miru, salah satu pura tertua yang ada di Lombok. Tidak hanya itu, ada juga kolam renang yang dibuka untuk umum dan dua danau buatan yang dialiri langsung dari Gunung Rinjani.
Dalam taman ini, ada juga bangunan yang disebut Bale Pertirtan. Di dalam bangunan kecil ini ada sumber mata air yang dipercaya sebagai mata air awet muda. Masyarakat percaya, membasuh muka di mata air Bale Pertirtan bisa terlihat awet muda.
Pura Meru
Kekuasaan Karangasem Bali di Lombok juga menyisakan banyak tempat perbadatan umat Hindu. Salah satunya adalah Pura Meru, termasuk dalam pura terbesar dan tertua di Lombok. Pura ini berlokasi di Jalan Selaparang, Cakranegara, dekat dengan Taman Mayura.
Di dalam Pura Meru, terdapat terdapat tiga bangunan yang dianggap sebagai representasi tiga dewa utama umat Hindu yakni Brahma, Siwa dan Wisnu yang terbentuk menyerupai menara bersusun. Selain itu, ada juga bale petandakan dan bale gong yang dijadikan sebagai lokasi gamelan yang dibuat dari kayu Majegau. Dibangun juga 33 sanggar sebagai perwakilan desa yang ada di wilayah Cakranegara.
Pura Meru, bersama dengan tiga tempat suci lainnya masuk dalam cagar budaya nasional. Yaitu Utama Mandala Madya, Nista Mandala dan Jaba. Dijadikannya Pura Meru sebagai cagar nasional tidak terlepas dari historis tempat ibadah tersebut, dibangun pada masa kejayaan raja Karangasem.
Baca juga: Menikmati Gili Meno, Pulau Kecil dengan Pesona Besar di Lombok












