JNEWS – Kyoto Jepang memang tidak dipenuhi gedung tinggi seperti Tokyo. Kota ini justru dikenal lewat deretan kuil, jalan tradisional, dan suasana yang masih tradisional.
Menjelajah dari satu area ke area lain, wisatawan akan bisa mendapatkan banyak pengalaman yang berbeda. Ada area yang penuh dengan pengunjung karena begitu populer, tetapi ada juga yang bersuasana menenangkan dan terasa sekali Jepang-nya, lengkap dengan rumah-rumah kayu dan gang kecil.
Transportasi di Kota Kyoto juga sangat mudah, jadi cukup praktis untuk dijelajahi tanpa banyak persiapan rumit.
Tempat-Tempat Ikonik di Kyoto Jepang yang Wajib Dikunjungi

Di Kota Kyoto Jepang, tempat wisatanya tersebar di berbagai sudut kota. Pilihannya cukup banyak, jadi penting tahu mana yang layak masuk rencana perjalanan supaya waktu tidak habis di jalan.
Berikut adalah beberapa tempat wisata yang cukup populer di Kyoto Jepang yang sayang jika tidak dimasukkan ke dalam itinerary liburan ke kota ini.
1. Fushimi Inari Taisha
Fushimi Inari Taisha adalah salah satu kuil Shinto paling penting di Kyoto Jepang, didedikasikan untuk Inari yang dikenal sebagai dewa padi dan kemakmuran.
Yang paling populer di sini adalah jalur Senbon Torii, yaitu deretan ribuan gerbang torii berwarna merah-oranye yang membentuk lorong panjang hingga ke area perbukitan. Gerbang-gerbang tersebut merupakan sumbangan dari orang-orang maupun perusahaan sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan baik.
Pengunjung bisa berjalan menyusuri jalur ini sambil menikmati suasana yang cukup tenang, terutama jika datang lebih pagi.
Baca juga: Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang
2. Kiyomizu-dera
Kiyomizu-dera sudah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Di sini ada panggung kayu besar yang menjorok keluar dari aula utama, dibangun tanpa paku, tapi tetap kokoh sejak ratusan tahun lalu. Dari sini, pemandangan kota Kyoto terbuka luas, apalagi saat musim semi dengan bunga sakura atau musim gugur ketika daun maple berubah merah.
Di bagian bawahnya ada Air Terjun Otowa yang terbagi menjadi tiga aliran. Banyak pengunjung mencoba menampung airnya karena dipercaya membawa keberuntungan, mulai dari kesehatan, kelancaran studi, sampai urusan cinta.
3. Kinkaku-ji
Kinkaku-ji adalah kuil Zen di Kyoto Jepang yang paling menarik perhatian karena dua lantai atasnya dilapisi emas murni. Bangunannya ada di tepi Kolam Kyoko-chi, yang dikenal sebagai Kolam Cermin, sehingga pantulan emasnya terlihat jelas di permukaan air.
Pemandangan ini sering muncul di foto-foto Kyoto karena tampilannya memang kontras dan mudah dikenali. Di bagian atap, ada patung burung phoenix berlapis emas yang jadi detail penutup sekaligus simbol kemegahan bangunan ini.
4. Ginkaku-ji
Sementara itu, Ginkaku-ji kesannya lebih kalem dibanding Kinkaku-ji. Tampilan bangunannya simpel, selaras dengan konsep wabi-sabi yang melihat keindahan dari hal yang tidak berlebihan. Less is more.
Walau disebut Paviliun Perak, bangunan ini sebenarnya tidak pernah dilapisi perak. Nama itu lebih sebagai pembanding dengan Paviliun Emas.
Di area kuil, ada taman pasir Zen yang dikenal sebagai Ginshadan. Permukaannya diratakan dengan pola rapi, lalu ada gundukan berbentuk kerucut bernama Kogetsudai yang sering dikaitkan dengan Gunung Fuji. Selain itu, jalur di sekitarnya melewati taman lumut yang hijau dan teduh.
5. Kastel Nijo
Kastel ini sudah diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Dulunya, istana ini berfungsi sebagai kediaman resmi shogun Tokugawa saat berada di Kyoto. Fungsinya lebih ke pusat pemerintahan dan tempat tinggal, bukan benteng pertahanan seperti kastel Jepang lain.
Di dalam kompleksnya ada Ninomaru Palace, dengan interior penuh detail seperti lukisan dinding dan ukiran kayu. Uniknya, lantai kayu koridor istana ini mengeluarkan bunyi saat diinjak. Sistem ini dikenal sebagai “nightingale floor” karena suaranya mirip kicau burung. Tujuannya untuk memberi tanda kalau ada penyusup yang masuk di dalam istana, sehingga penghuni bisa lebih waspada.

6. Hutan Bambu Arashiyama
Di kawasan Arashiyama, Kyoto Jepang, hutan bambu ini termasuk spot yang paling sering muncul di foto. Jalurnya tidak panjang, dengan deretan bambu tinggi di kanan kiri, membentuk lorong alami yang rapi dan teduh.
Saat angin lewat, batang bambu saling bergesek dan menghasilkan suara khas yang pelan dan ritmis. Suara ini bahkan masuk daftar “100 Soundscapes of Japan” yang dilindungi karena dianggap mewakili suasana alami Jepang.
7. Sungai Kamo
Kamo River merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Kyoto Jepang. Area di sepanjang sungai ini sering dipakai untuk jalan santai, duduk santai, atau sekadar menikmati suasana sore. Pemandangannya juga berubah mengikuti musim.
Di beberapa titik, ada batu-batu penyeberangan dengan bentuk unik seperti kura-kura dan kotak, paling populer adalah di area Kamogawa Delta.
8. Distrik Gion
Di Distrik Gion, suasana tradisional Jepang masih begitu kental. Tak heran, karena distrik ini merupakan pusat budaya geiko (geisha) dan maiko di Kyoto Jepang. Deretan rumah kayu machiya, jalanan batu, dan lampion yang menyala saat sore menjelang malam adalah pemandangan khas di sini.
Jika ingin menjelajah tempat ini, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan. Pengunjung atau wisatawan dilarang mengambil foto sembarangan, terutama di area-area tertentu yang sudah diberi tanda. Selain itu, kalau kebetulan melihat geiko atau maiko lewat, jangan mendekat dan terlalu agresif, apalagi menyentuh atau menghalangi jalan. Lebih aman cukup melihat dari jauh dan tetap menjaga jarak.

9. Ninenzaka – Sannenzaka
Ninenzaka dan Sannenzaka adalah dua jalan setapak bersejarah yang menghubungkan Distrik Gion dengan Kiyomizu-dera. Sepanjang jalan ada banyak toko kecil yang menjual kerajinan seperti kipas, keramik, sampai oleh-oleh khas Kyoto Jepang lainnya.
Kalau mau kulineran, di sini juga bisa ditemukan beragam pilihan. Mulai dari mitarashi dango sampai es krim matcha yang cukup populer di kalangan wisatawan.
Dari beberapa titik, bisa terlihat Hōkan-ji yang menjulang di tengah kawasan. Pemandangan ini sering diabadikan dalam bentuk foto karena menggambarkan suasana klasik Kyoto.
10. Pasar Nishiki
Pasar Nishiki sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Posisinya memanjang sekitar lima blok, dipenuhi puluhan toko serta tempat makan. Salah satu toko yang cukup dikenal adalah Aritsugu, pembuat pisau dengan sejarah panjang sejak era samurai.
Kalau ingin kulineran di sini, pilihan makanannya cukup beragam. Ada tako tamago, tamagoyaki, tsukemono, senbei, sampai sashimi skewers. Karena lorongnya sempit dan sering padat, ada aturan tidak boleh makan sambil jalan. Biasanya setiap toko menyediakan area kecil untuk berdiri, jadi makanan bisa dihabiskan dulu sebelum lanjut jalan.
11. Kyoto Railway Museum
Museum satu ini cocok dikunjungi keluarga, karena sifatnya sangat edukatif. Koleksinya lengkap, mulai dari lokomotif uap sampai Shinkansen. Pengunjung bisa melihat perkembangan transportasi kereta di Jepang dalam satu tempat.
Salah satu area yang menonjol adalah roundhouse bersejarah dari tahun 1914 yang berisi deretan lokomotif uap. Bangunannya masih dilengkapi turntable yang digunakan untuk memutar kereta.
Untuk Shinkansen, ada beberapa unit ikonik seperti Series 0 yang jadi generasi pertama kereta cepat Jepang, serta Series 500 dengan desain hidung panjang yang khas. Di lantai atas, ada Sky Terrace yang menghadap langsung ke jalur kereta. Pengunjung bisa melihat kereta lewat dengan latar kota Kyoto.
12. TOEI Kyoto Studio Park
Dikenal juga sebagai Toei Uzumasa Eigamura, taman hiburan ini sekaligus masih dipakai sebagai lokasi syuting film dan drama sejarah Jepang. Tempat ini dibuat seperti kota di zaman Edo dengan sangat detail.
Area Edo Town jadi bagian utama, berisi replika jalanan lengkap dengan rumah tradisional, toko, dan jembatan bergaya lama. Pengunjung bisa jalan-jalan sambil menikmati detail bangunan yang dibuat cukup realistis. Selain itu, ada pertunjukan ninja dan samurai di Nakamuraza Theater yang menampilkan aksi akrobat dan duel pedang. Kadang juga ada aktivitas syuting, jadi bisa sekalian lihat proses produksi secara langsung kalau beruntung.

13. Nidec Kyoto Tower
Kyoto Tower, yang kini dikenal sebagai Nidec Kyoto Tower, merupakan landmark modern paling tinggi di kota ini. Tingginya sekitar 131 meter dan bentuknya dibuat menyerupai lilin Jepang.
Di bagian observation deck pada ketinggian sekitar 100 meter, pengunjung bisa melihat panorama Kyoto Jepang dari segala arah. Saat cuaca cerah, beberapa titik terkenal seperti Kiyomizu-dera dan Tō-ji bisa terlihat dari kejauhan, lengkap dengan garis pegunungan di sekitarnya. Tersedia juga teleskop yang bisa digunakan tanpa biaya tambahan.
Baca juga: 10 Tempat Paling Indah di Jepang yang Bikin Terpukau
Kyoto Jepang punya cara sendiri untuk dinikmati. Jadi, kalau kebetulan ada rezeki untuk mengunjungi kota eksotis ini, nikmati saja perjalanannya, tidak perlu terburu-buru berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Beberapa lokasi bisa digabung dalam satu rute, sementara yang lain lebih enak dikunjungi di waktu yang lebih santai. Dengan daftar 13 tempat wisata ini, gambaran perjalanannya jadi lebih jelas dan tidak asal pilih. Tinggal menyesuaikan dengan waktu yang ada, lalu atur urutannya supaya perjalanan tetap nyaman dan tidak melelahkan.












